Yang Tak Rilex Hidupnya


Kali waktu kadang kita sebagai manusia selalu suka mengada-ngada berbuat sesuatu yang memang tak seharusnya di perbuat, itulah namanya tak rilex. Terlalu mau mengikuti keinginan dan ambisi terkesan banyak beban.

Sebuah cerita. Sabtu lalu saya hadir memenuhi undangan sebuah hotel berbintang di kota ini. Banyak hal yang saya pelajari dari hal yang sudah pernah saya lakukan namun jarang, sampai hal-hal baru. Namun ada sebuah hal yang membuat saya begitu terpikirkan dan merasa kagum, bukan soal bagaimana cantiknya furniture hotel melainkan bagaimana pelayanan pada hotel tersebut.
Awal saya memang jarang melihat bule (you knowlah istilah bule). Bule tersebut sibuk beres-beres dan memberikan arahan kepada bawahan sampai pada menanyakan kepada tamu sudah pesan atau belum kalau belum mau pesan apa. Hingga pada akhirnya sang bule tersebut mengantarkan makanan kepada kami dan menghidangkan kepada kami sampai menyiapkan taplak makanan sebelum di letakkan piring diatasnya.

Lantas apakah saya terkesan karena bule. Tentu tidak, karena saya pikir semua orang juga bisa berbuat hal yang sama terlebih itu adalah waiters. Namun menariknya bule tersebut adalah GM (General Manager) hotel tersebut. Wew, menarik bukan, bayangkan seorang manager menghidangkan makanan hanya untuk kami.

Lantas saya berpikir, bertapah rilex hidupnya, tanpa mementingkan bagaimana sebuah posisi jabatan lantas bekerja memberikan hal yang bergitu maksimal.

Renungan. Terkadang kita tak rilex dalam menjalani kehidupan. Ada seorang yang katanya ustadz kondang, cermah sana sini, sekali waktu ada pengajian dia tidak di undang marahnya bukan main.
Lain cerita seorang pemilik badang usaha. Punya usaha yang lumayan besar, sekakali waktu kita menegur sedikit, katanya ini saya yang bangun terus kenapa. Kalau tak ada saya ini tak akan jadi, mau saya robohkan ?.Padahal usaha terbangun berkat bantuan pemerintah juga.

Sekali waktu, kadang kita hanya mau di hargai padahal tak pernah menghargai, sekali waktu kadang kita mau di dengarkan padahal kita tak pernah mendengarkan. Sekali waktu kita punya jabatan kadang gila hormat, terkadang kita selalu mau di dengarkan. Bayangkan ?.

Sebenarnya kita hidup hanya perlu rilex, menjalani sebagaimana mestinya, tak perlu berlagak sana sini. Nanti akan datang sendiri jika kita berbuat yang sedemikian rupa. Begitulah kira kira hukumnya.
Terkadang saya memang tak bernilai, tapi saya mampu menilai.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved