Aku juga kau.


Maukah kau menjadi sepasang doa yang saling menjaga, dimana detak nadimu dan hembus nafasku melebur menjadi satu. Dalam ikatan cinta.

Jangan ragu. Layak hujan yang jatuh tanpa dipertanyakan lagi kesetiaannya pada tanah, begitulah aku.

Lalu kau mau apa, aku terlalu menjadikan mu sebagai isi kepalaku.

Tak salahkan jika aku ingin kebahagiaan, seperti kau mengharapkan kebagiaan. Kenapa tak dibangun kebahagiaan itu menjadi satu. Layaknya sepasang mata, layaknya sepasang telinga, kaki juga tangan. Saling melengkapi, seharusnya kita begitu.

Selalu ada harapan besar, seperti sepasang tangan yang saling rindu, hendak mengusap cinta dahi yang penuh peluh.

Aku juga kau, seperti bait-bait cinta, selalu ada keindahan dari setiap kata.

0 komentar:

Post a Comment

Social Icons

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved