Tentang Kesalahan dan Memaafkan


Tak ada manusia yang benar-benar baik. Namun sebaliknya tak ada manusia yang benar benar buruk. Pepatah mengatakan " tak ada manusia yang telahir sempurna" mengindikasikan bahwa sempurna hanya milik Yang Maha Kuasa.

Lalu mari bercerita tentang sebuah kesalahan. Tak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan bukan, karena sejatinya memang manusia tempat salah dan khilaf. Namun, sebagai manusia yang diberikan nalar untuk berpikir rasanya salah besar jika terus berbuat kesalahan terlebih dengan kondisi yang serupa. Sebuah kesalahan fatal jika harus "jatuh pada lobang yang sama". Sejatinya manusia mampu berlajar dari sebuah kesalahan tanpa harus terulang dan terulang lagi.

Namun apakah sebuah kesalahan yang kita perbuat selesai hanya dengan meminta maaf. Tentunya jika bersingungan dengan face to face rasanya bisa dikatakan "iya" tergantung dari jenis perbuatan tersebut dan kebesaran hati yang akan memaafkan. Tapi, akah sebuah maaf akan terselesaikan begitu saja. tentu tidak. Bak memaku di dinding setelah di cabut akan menghasilkan sebuah lobang. Begitulah kira-kira.

Tentang BTP (A). Apakah dengan meminta maaf lantas sebuah kesalahan dianggap clear. Tentu tidak, agama memang mengajarkan memaafkan lebih baik dari pada meminta maaf. Namun, apakah bisa memaafkan jika sebuah kesalahan adalah sebuah kesalahan krusial. Tentu tidak.

Logika, saya bisa memaafkan jika ada seseorang yang memukul saya, lalu marah dengan saya meski saya benar. Tapi rasanya berat jika saya harus memaafkan jika ada seseorang yang memperkosa keluarga saya. Maka hukumnya adalah, saya akan meminta untuk dijerat dengan seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku pada suatu negara.

Lalu bagaimana jika sang pembuat kesalahan berkilah bahwa apa yang di perbuat keluar kendali atau sebenarnya tidak bermaksud bergitu. Alah, hukuman tetap ada bukan. Contoh simpel. Mungkin kita pernah membaca cerita di sosial media ini tentang membawa narkoba, padahal dia tidak tau apa yang dibawa, katanya dia di titipin oleh seseorang. Lantas apakah petugas akan melepaskan tanpa memberikan sangsi karena dia tidak tau apa yang dia bawa. Tentu tidak, maka petugas akan menjerat dengan pasar tertentu dan sesuai banyaknya narkoba yang ia bawa.

Lantas bagaimana jika hal tersebut memang dilakukan oleh seseorang, Bukti ada. Pengaduan sana sini. Sudah di demo dari segala penjuru. Entahlah, atau mungkin hukum tajam dibawah dan tumpul diatas. Atau memang sudah zamannya kebalik.

Atau bisa jadi besok keluar pengalihan isu untuk menutup fenomena yang sekarang terjadi. Namun yang pasti " Kita tidak bisa melihat penjelasan di hati orang lain. Tetapi bukan berarti penjelasan itu tidak ada ".

0 komentar:

Post a Comment

Social Icons

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved