Nusron Wahid.


Banyak fenomena yang mengelegar bulan ini. Salah satu diantaranya adalah Kanjeng Dimas si penganda uang itu dan Nusron Wahid di ILC kemarin. Namun, saya bukan bercerita tentang kedua orang tersebut tapi sedikit bolehlah, tapi yang jelas ada kesamaan diantara mereka berdua. Yaitu menyoal tentang agama.

Saya setuju dengan kata Fahri Hamzah bahwa " Agama jangan dihilangkan dalam element kehidupan ". Namun jangan pula agama menjadi sebuah alat untuk mengapai dunia yang entah berantah. Memang dalam dunia juga perlu agama, tapi jangan menjual agama demi sebuah prestasi yang yang justru jauh dari anjuran agama.

Orang bilang "memang lidah tak bertulang" menunjukkan bahwa siapapun bisa berbicara sesuai dengan apa yang ia ingin sampaikan. Tapi lidah digerakkan oleh hati. Ketika hati busuk, maka lidahpun mengeluarkan suara busuk pula.

Seperti kata bijak " Ketika hati kotor, maka ucapanpun akan menjadi kotor. Karena ucapan adalah gambaran hati si pemiliknya.

Ketika si NW berbicara saya teringat tentang pepatah " Lidah tajam otak kosong biasanya ada pada kepala yang kosong ".

Betul ada baiknya berbicara dengan hatimu sebelum berbicara dengan lidahmu.

Saya teringat dengan kata-kata Hasim Muzadi mantan ketua Umum NU. " Kepintaran juga kecerdasan tergantung suasana jiwa. Profesor-profesor yang cerdas ini, yang super pintar ini kalau pulang kerumah dimarahin istri ya goblok juga".

Jadi kembalilah ke jalan yang benar.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved