Mengenal Asap dari Peribahasa


Indonesia kaya akan sastra sebut saja puisi " Aku " karya Khairul Anwar, atau tokoh penyair lain sebut saja Amir Hamzah. Rase-rasenye tak ada yang tak kenal nama itu.

Soal sastra banyak rumpun, ada syairlah, novel, sampai kritikus, sebut saja novelis terkenal saat ini adalah Asma Nadia, yang karyanya tak hanya ditelurkan lewat buku sahaja tapi lewat film juga. Ada yang belum nonton film karya Asma Nadia ini, saya sudah, judulnya " Surga yang tak dirindukan " sayang kalau tak nonton. Dan banyak lagi novelis lainnya, sebut saja Tere Liye, sama seperti asma nadia selain buat novel, buat film juga " Bacaan sholat Delisa " itu filmnya. Soal kritikus ada Agus R. Sarjono.

Mari kembali kejudul, Ada sebuah peribahasa indonesia yang mengatakan " Menggantung asap, mengukir langit " yang berarti bahwa " Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin didapat ".
Lewat peribahasa Asap tersebut, mari kita tengok sebelah negeri ini yang banyak berkabut asap,katakanlah pulau sumatera, kalimantan dah bahkan negara tentangga kita. Termasuk juga tempat saya tinggal " batam " kabut bisa menutupi langit, hanya nambak macam warna meraja saja matahari tu.

Rasanya soal asap dah memang kayak peribahasa asap itu sendiri Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin susah mau dihilangkan.
Tapi sebenarnya bukan tidak mungkin mau hilangkan, hanya saja tak ada bergerak, mungkin dia orang yang punya kuasa takut kena ispa " ini bukan bencana nasional katanya ".

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved