Teruntuk Calon Mertua Dan Tulang Rusuk Ku Dari Ku Seorang Lelaki


1 Hadist mengingatkan saya bagaimana memilih calon istri. Jauh-jauh hari Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sudah mengatakan tentang 4 Krakteria seorang isti idaman bagi seorang peria Muslim. Beliau bersabda :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ (رواه البخاري و مسلم عن أبى هريرة)

Artinya : Seorang wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung. (Dikutip dari kitab mukhtar al-hadits an-nabawi hal 63 n0 21.)

Sore ini ketika sedang berjalan sekilas terbayang oleh saya sebuah kata yang bisa saya bahasakan kepada calon kedua mertua juga kepada calon tulang rusuk saya nantinya, bahwa :

" Jika kedua ayah dan ibu mertua juga kamu tulang rusuk ku menginginkan seorang calon yang rupawan, harta melimpah, juga memiliki jabatan yang istimewa, mungkin saya akan mundur. Karena saat ini saya belum memiliki itu semua. Tapi percayalah kepada saya, dengan agama yang sama, saya akan membawa anak ibu dan bapak kepada kebahagian dunia dan akhirat. Juga pasti sebagai seorang lelaki tak akan membiarkan seorang yang ia sayangi akan hidup melarat dengan apa adanya. Saya akan berusaha mendapatkan harta juga martabat dikemudian kelak, semoga itu terwujud, maka percayalah kepada saya".

Orang sering bilang bahwa " Cacing yang ditanah saja mampu makan, kenapa kamu tidak "secara logika memang benar cacing saja mampu makan, apalagi manusia yang berakal.Tapi terkadang satu penapian tercipta oleh orang-orang " bukankah cacing banyak terdapat makanan dimana mana " atau "memangnya kamu cacing yang makan tanah gampang dicari ?". 

Untuk kedua calon mertua ku, juga calon istri. Percayalah, disinilah peran agama seperti yang di katakan Rasulullah SAW, jika kedua orang tua takut dan kamu juga takut tidak makan, tidak hidup. Maka saya akan menapikan itu. Percaya bahwa tuhan selalu bersama hambanya selama hambanya berusaha. Kalian mungkin tau bahasa bahwa " Tuhan tidak akan menguji hambanya sesuai dengan kemampuan hambanya tersebut " lagian percayalah bahwa tuhan tidak akan meninggalkan hambanya begitu saja terlebih jika hambanya tersebut selalu ingat akan tuhannya. 

Jika kita percaya dan ingat akan pencipta, maka tuhan juga akan menolong kita. Bukankah api tidak membakar Nabi Ibrahim, bukanlah Paus tidak memakan Nabi Yunus, dan kita juga tau bukankah laut tidak menengelamkan Nabi Musa ?. Mereka percaya akan tuhannya maka tuhannya juga menolong hambanya yang percaya. Lalu kenapa kita tidak percaya tuhan tidak menolong kita bukankan hanya sebatas makan dan tempat tinggal ? yang logikanya bisa kita dapatkan jauh kata dari "Hukum Alam".Bukankah dimana ada usaha disitu ada jalan. Hidup sebenarnya selalu berjalan beriringan, dan itulah hukum alamnya. Ada usaha ada pula hasil. Selalu ada kata " Simbiosis Mutualisme". 

Ayah dan ibu mertua, percayakahlah anakmu kepada ku. Segala kekhawatiran InsyaAllah tak akan terjadi, dan kamu percayalah kepada ku jika ingin hidup bahagia didunia dan Akhirat saya akan berusaha semaksimal mungkin membuat itu tercipta.

Restu dan terimalah aku. Maka saya akan berusaha semampu saya membuat semuanya menjadi indah dengan bingkai-bingkai agama di sekeliling kehidupan dunia hingga ke Jannah. 

Ragukah ?, atau salahkah saya yang membuat semunya indah dengan bermodalkan agama, atau masihkan berpikir bahwa saya tidak menginginkan hal duniawi juga. Percaya saya akan berusaha membuat semuanya menjadi nyata dengan berusaha dan doa. 

Salahkan saya yang mengingikan hidup bahagia di akhirat, namun tetap berusaha di dunia ?.Pasti tak ada manusia yang ingin hidupnya melarat, namun tak ada juga manusia yang ingin hidupnya tersiksa di neraka. 

Percaya ketika kita memegang akhirat, maka kita akan mendapatkan yang kekal, namun ketika memegang dunia maka kita akan mendapatkan yang semu. Semua akan kita tinggalkan bukan, bahkan saat kita masih dunia saat akan meningalkan dunia, belum di akhirat semunya hal dunia sudah kita tinggalkan. Namun tak ada salahnya saya berusaha mengapai dunia juga menggapai akhirat dengan anak mu.

Maka. Percaya pada tuhan juga percaya pada saya. Kelak akan hadir yang comel-comel sebagai penyejuk mata. 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

( Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun waj'alna lil muttaqiina imaama )

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan:74)


FB : Bang Bintang / Batam, 22/08/2016

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved