Mengenang # Bagian 2







Cerita SD

Ada permainan yang sangat saya suka waktu kecil, yaitu kelereng, orang-orang kampung kami sering bilang kelereng itu dengan guli, saya bisa dikatakan adalah salah satu siswa SD yang paling depu ( jago ) dalam bermain kelereng, biasanya pas pergi sekolah bawa kelereng 5 nanti pulang biasanya penuh semua kantong celana dengan kelereng, pokonya keluar main sekolah saya selalu main kelereng.

Di sekolah saya lumayan pintar, walaupun tidak pintar-pintar amat paling tidak selalu masuk 5 besar. Karena mama selalu gigih mengajarkan anaknya, baik itu membaca, atau lain-lainnya. Mama memang hebat.

Soal belajar sebenarnya saya termasuk anak yang paling malas, tapi bukan hanya belajar termasuk ngaji, dulu kalau disuruh ngaji saya selalu ngambek, kadang sering ngajinya sambil nangis, karena sebelum ngaji mama sudah marah marah dulu. akan tetapi saya selaluhafal surah surah pendek di jus 30, saya ngajinya tidak tau huruf arab itu tapi sangat mudah menghafal ayat, bahkan beberapa kali dengar saya bisa hapal.

Kembali ke keluarga, keluarga saya bagaimana, ya masih terlalu sederhana, waktu itu kalau saya makan sering pakai teh dan gula, karena dirumah tak ada lauk, tapi kadang ada terasi, karena terasi harganya murah, lagian saya memang suka terasi, kata mama, sejak kandungan mama sudah ngidam terasi. Pokoknya setiap hari maunya selalu makan terasi, nah pas sudah lahir " Jadilah Anak Hantu Belacan " Begitulah kata mama. 

Pulang sekolah saya seringnya hanya main-main karena masih kecil sekali untuk kerja, cuman sering ikut mama dan ayah kekebun, ya petik ini itu entah ruput apa yang dipetik, kalau liburan sekolah pagi pagi saya sudah bagun untuk ikut om om pekerja di sekitar situ pergi senso pohon ( tebang pohon mengunakan Sengso, sejenis pemotong pohon besar ) dan itu saya suka lihatnya, nanti pohonya dibuat jadi papan, bloti dan balok balok lainnya, tugas saya hanya bantu bantu, bisanya ngukur lebar kayu yang harus di potong mengunakan tali yang sudah di lumuri oli. 

Kalau mengenang sekilas, kadang masa-masa kecil itu adalah masa masa paling susah, susah tempat tingal, susah mau makan, dan banyak susah-susah lainnya, akan tetapi kalau saya kenang saat ini saya merasa bahwa waktu itu adalah waktu paling bahagia dalam hidup saya, walaupun hidup segala keterbatasan tapi berasa sangat bebas.

Masa Masa ingatan kecil saya selain diatas, saya banyak mengingat masa masa sekolah, karena masa masa sekolah adalah masa masa pertemanan yang akrab, rutinitas bermain saya disekolah selalu sama kalau tidak main guli, ya main kasti, kalau tidak main gambar dan karet itu saja.

Nah, pulang sekolah biasanya kami buka baju celana ( Telanjang, hehehe ) langsung cebur kedalam sungai, wah pokoknya berenang adalah kegiatan saya, sampai merah mata ini karena lama diair, barulah selesai berenangnya sama kawan kawan, selepas itu baru pulang. Tapi kadang juga pas pulang sekolah langsung pulang kerumah, tapi dirumah tetap saja main main sendiri. Tidak mau tidur siang, padahal kalau sekarang maunya tidur siang terus. 

Waktu terus berlalu, saya semakin hari semakin besar saja, saya ingat saya kelas 5 adalah masa masa saya mulai kerja, kerja bantu mama dikebun. Waktu itu mama hamil adex pertama, sedangkan bapak pergi ke desa lain untuk kerja kelapa orang, sementara kebuh harus ditanam jagung jadi saya sendiri yang nanam jagung satu kebun yang super lebar itu . Nama jagung ada stepnya, pertama benih jagung harus di rendam dulu di air terosi ( sejenis air pupuk ) kemudian barulah jagung ditanam, satu lubang bisa 3 biji sampai 4 biji jagung, kalau 5 nanti jagungnya jelek kecil kecil jadinya, jarak antar satu lubang ke lubang lain setengah langkah, nah itu satu kebun saya yang tanah jagung, selesai satu kebun kaki saya langsung bengkak gatal-gatal, sibuklah mama ngobati.

Bersambung....

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved