Yang Terdalam

Terkadang kita sering memendam perasaan agar orang lain tidak tau bagaimana reaksi kita. Terkadang alangkah baik diam dari pada mengomentari, yang mungkin akan menusuk kehati mereka. Dan terkadang menyatukan suasana dengan hati kita lebih baik, agar bisa menjaga perasaan mereka, biarlah hati ini terenyuh, mungkin saja hancur. Agar kita masih bertahan dengan satu harapan " dia masih memandang kita, dia masih ingin berbicara dengan kita ".
Lalu adakah mereka paham dengan keadaan kita, terkadang tidak, mereka terlalu sibuk dengan perasaan mereka, sibuk mengatur hati mereka, berharap kita akan mengerti keadaan dia, tapi mereka tak pernah bertanya " Bagaimana suasana hatimu terhadap ku " , bahkan mereka bersikap acuh tak acuh, dan terkadang sok tak mau tau. Padahal mereka sadar bagaimana keadaan kita, dan terkadang sangat mengerti tentang apa yang kita alami.

Ini tentang satu rasa yang terkadang sulit untuk di ungkapkan, berharap mereka sadar, ah, berharap mereka mengerti tentang kita, sedikit saja, barang secuil, agar kamu tau bagaimana perasaan ini, tanpa harus diminta untuk dimengerti, sadar sedikit saja, apa sulitnya menjaga hati orang lain, bukankah perasaanmu selalu ingin di jaga, ini bukan tentang kamu saja, tapi tentang aku juga yang minta dimengerti, tak banyak hanya sedikit saja.

Tapi rasanya sangat sulit, dan terkadang kitalah yang harus memakan perasaan dan hati ini. Ingin mengungkapkan segala keluh kesah, tapi aku takut mereka tak menyapaku lagi, dan bahkan beransur beranjak menjauh, berlahan semakin jauh, dan hilang, jika bertemu, mungkin kita tak pernah dianggap, mungkin aku adalah orang asing bagi mereka. 

Dan itu bukan satu atau dua kali, tapi berkali kali, mungkin ratusan kali, ribuan bisa jadi. Aku terus saja memakan hati sendiri, dengan harapan mereka sedikit mengerti di suatu hari nanti.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved