Menulis, Antara Mengenang dan Dikenang Penyembuh Luka

Mari kita awali dengan sebuah Quotes yang di tulis oleh Seno Gumira Ajidarma dalam karyannya "Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara" beliau berkata “Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.” 


Selanjutnya mari kita perkuat kata sastrawan kakaknya Asma Nadia yaitu Helvy Tiana Rosa beliau berucap“Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi” selanjutnya beliau kembali berkata “Tulisan itu rekam jejak. Sekali dipublikasikan, tak akan bisa kau tarik. Tulislah hal-hal berarti yang tak akan pernah kau sesali kemudian.” 


Banyak orang yang bisa berucap, akan tetapi tak bisa meleburkan kata dalam sebuah karya tulis, sama halnya banyak yang bisa memberi contoh tapi tak bisa menjadi contoh, begitupula banyak pula orang yang bisa menulis tapi terkadang susah sekali vokal dalam ucapan terlebih di depan audiensi yang banyak. 

Tapi ini bukan membahas tentang skill tapi mari membahas tentang menulis, walaupun menulis adalah sebuah kerja yang tak setiap orang mampu, akan tetapi bukankah kita semua mampu menulis sebuah " status " jika sebuah status saja bisa kenapa tak mencoba belajar merajut kata ke arah yang lebih luas, yang bisa memberikan manfaat bagi setiap orang, bagi siapa saja yang membaca.

Tak ada salahnya menulis setiap moment yang kita punya, karena suatu saat apa yang kita tulis akan kembali kita kenang, waktu itu saya mempunya moment dan saya mampu memberikan perasaan pada sebuah tulisan.  

Dian Nafi dalam karyanya "Matahari Mata Hati " berucap “Menulis akan menyembuhkan luka” 

Untukmu yang sedang terluka, mari menulis, karena tak selamanya setiap ucapan akan bisa menghilangkan beban, karena tak selamanya curhat itu mampu melapangkan dada, sesekali coba menulis, menuangkan segala kesal, tapi tetap pada etika, nanti suatu saat " Kau akan tertawa sendiri " dengan apa yang kau tulis tersebut itulah yang namanya mengenang, tapi dengan suasana yang berbeda.

Karena Menulis, Antara Mengenang dan Dikenang juga Penyembuh Luka, Ah seperti yang dikatakan “Tulisan kita tak akan mati, bahkan bila kita mati.” 

Ya, Menulislah Agar Kau Tetap Waras

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved