Dan Rasanya Sebagai Lelaki


Saya lelaki, lelaki tulen malah dari kecil emak saya sudah memakaikan saya baju pria dan memberikan saya mainan lelaki, waktu itu tahun 90 an jadi mainan lelaki adalah gasing dan ketapel, sesekali saya berenang sampai larut malam, pulang pulang emak sudah siapkan penyapu dan cubitan yang sangat berangat searasa kulih paha ini mau lepas. Biasalah itu emak. dan Itu emak saya.

Tapi ini bukan bercerita tentang emak saya, tapi bercerita tentang saya dan kelakian ku ( bukan anu anu ) tapi sebuah kisah tentang seorang lelaki, mungkin setiap lelaki, mungkin saja setiap pria yang sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita.

Ya, Lelaki itu Selalu Jahat


Well,  cinta adalah menyatukan kedua hati menjadi satu hati yang saling menyangi, berbagi dan saling mengasihi, sejatinya itulah yang namanya cinta. Akan  tetapi jika sudah saling mencintai  tak selamanya kita akan terus dalam satu atmosfer yang indah, dan terkadang datanglah petir yang mengelar membahana dan layaknya kita ( saya dan kaum adam ) adalah tujuan dari petir tersebut. Tau rasanya disambar petir, saya tidak tau tapi bisa membayangkan, kita bisa saja akan gosong, keseterum dan rasanya mati rasa. muka layak zombie. 

Nah, satu hal yang pasti, sebaik apapun kita terhadap wanita yang kita cintai, terkadang kita selalu jahat, katanya sih " jahat itu adalah sudut padang seseorang " nah, masalahnya si dia selalu memandang saya jahat, mau baik kayak manapun tetap saja " abang itu jahat " pokoknya orang paling jahat sedunia. Tititk. 

Padahal saya cuman ngelakuian apa yang seorang lelaki lakuin. Itu lho kurang perhatian eh bahasa bekenya ngak ada kabar, Padahal saya ngak kemana mana, mungkin si dia berpikir saya keliuran, selingkuh, padahal realitasnya kadang saya tidur, kerja, kuliah atau kadang nyangkul gan, Yah sesekali kadang bercerita dengan teman teman lelaki, atau nonton, atau main PS. Pokoknya itu aja jauh dari kata cari selingkuhan atau  " sudah tak sayang lagi "dan itulah yang membuat lelaki tak pernah benar, pokoke loe selalu jahat, mau gemanapun caranya kamu selalu jahat, walaupun  kamu sudah pernah pulang hujan-hujan demi ngantar si dia, atau walaupun kamu pernah antar barang si dia malam-malam yang dingin minta ampun, atau seberapa besar perhatian kamu saat dia sakit atau susah, pokoknya itu adalah list terakhir untuk mengatakan kalau kamu baik.

Dan sebenarnya mereka mengangap baik adalah " Jika kamu mamu memberikan perhatian, atau komunikasi yang baik ke dia " bukan soal seberapa besar pamrih kamu ke dia, dan hati adalah tolak ukur untuk menentukan kamu baik atau jahat " tapi mau gemanapun juga tetap saja si cewek ngatakain kamu ngak pernah baik, pokoknya  orang paling jahat di dunia itu kamu. Ya...kamu. Rasanya sedikit hal mustahil untuk mengatakan " sayang, kamu itu orang paling baik di dunia, sayank, kamu itu baik banget sih " itu yang ada di FTV hanya cerita boong belaka ( namanya juga FTV ) realitasnya " Kamu itu  jahat, tak peka, pokoknya jahat " 

Dan rasanya gemana saat si dia ngatain " Kamu itu jahat " yah kadang gue harus terima lapang dada bahwa satu sisi saya memang jahat karena kurang perhatian tapi kadang satu sisi merasakan gondok, jengkel dan kadang merasakan hati ini bagaikan tersayat oleh pisau, berapa bahwa saya tak pernah melakukan apa-apa.

Dan sekali lagi lelaki itu terkadang memang harus menanggung beban dan itulah filosofi lelaki. Walau menderita. Hiks

Cowok Selalu Salah


Nah, ini adalah cerita lumrah, bahwa cowok tak pernah benar dan cewek selalu benar, pokoknya kita harus punya prinsip JIKA.

Pasal Satu : Cewek Tak Pernah Salah
Pasal Dua : Jika Cewek Salah, kembali ke Pasal Satu

Itulah,sebabnya cowok selalu salah, pokoknya seberapa benar kamu seberapa salah cewek yang jelas cowok ngak pernah benar dimata si cewek, " Abang Cewek itu tak pernah salah dan cowok itu selalu salah " dan saat si dia mengatakan hal yang begini gue harus bilang apa coba ?, selain melamun, meratapi nasib yang tak kunjung membaik. " Ya Tuhan Apakah yang telah hambamu ini lakukan Ya Tuhan, sehingga nasib hamba begini, ampuni dosa dosa dia ya Tuhan ".

Dan rasanya itu setelah dikatain begitu kadang sakit sakali, mau marah tapi takut dimarahin balk, maklumlah cewek tak pernah salah. Lagin cowok sepertinya harus bersikap cool sebaik mungkin, ya... ngecoolin hati biar tidak panas. Beku aja sekalian.

Kesimpulan 

Kesimpulan mengatakan bahwa lelaki harus kuat, tabah dalam menjalani kehidupan, tetap optimis dan pantang menyerah. Dan perlu disadari bahwa lelaki Tak penah benar dan Selalu salah. 

Kalau mau protes protes aja sama cewek sana, biar mampus lho. 

0 komentar:

Post a Comment

Social Icons

 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved