Asal Jepret Sayang Kalau Dibuang

Kadang saya jalan tak lupa membawa camere (meski bukan camera saya) hehehe. Hobinya asal foto tapi bukan fotograper. Namun, kadang hasil-hasil jepretan sayang kalau harus di buang.






Matahari Pamit Di Ujung Barelang

Banyak hal dalam hidup yang bisa kita nikmati. Rasanya cukup singkat hidup jika dihabiskan dengan hanya mengeluh. Menjalani hidup, menjauhkan diri dari rasa prustasi ada baiknya mengunjungi tempat-tempat yang elok. Barang kali melihat matahari pamit untuk mengakhiri kegiatannya hari ini.

Berikut jalan sore saja di Jembatan Barelang Batam dengan panorama matahari terbenamnya. Keterangan jepret foto menggunakan Iphone 5.








Snorkeling Ke Pulau Abang

Sesekali kita meluangkan waktu untuk refreshing karena diantara pikiran yang jernih ada tubuh yang sehat. Anda tau, bahwa orang gila itu jarang sakit bahkan bisa dikatakan tidak pernah sakit. Nah, kebetulan beberapa waktu lalu saya melakukan Snorkeling bersama Team Blogger Kepri dan tentu saja jalan-jalan alias snorkeling tersebut gratis yang di tanggung Oleh Galang Bahari Wisata. Berikut Beberapa foto kegiatan saya.



















Liputan Lengkap Tentang Snorkeling Berikut Ini : Snorkeling Ke Pulau Abang Lihat Terumbu dan Nemo

Pink

Hari ini saya kerja menggunakan Baju Warna PINK. Ada yang salah. Saya suka saja warna baju ini.



Siapkah Yang Terpenting Dalam Kehidupan Kita


"Syakhsun muhimm fie hayaatika laisasy syakhsul ladzi tasyuru biwujudihi. Walaakinnahu as syakhsul ladzi tasyuru bi giyabihi."

Sosok penting dalam kehidupanmu bakanlah sosok yang dapat kamu rasakan keberadaannya. Namun sosok penting dalam hidupmu adalah sosok yang kamu dapat rasakan kepergiannya.

Buku Jelajah Kepri.


Usia masih relatif muda, namun blogger kepri sudah menelurkan 1 buku yang diberi nama Jelajah Kepri hasil dari kolaborasi para blogger kepri.

Apa yang terdapat dalam buku ini, sesuai judul. Buku ini mengulas tentang berbagai destinasi wisata yang terdapat di kepulauan riau sebagai bahan rekomendasi untuk anda kemana harus melancong saat akhir pekan.

Tentu saja saya juga turut berkonatribusi meramaikan kata demi kata dalam buku ini. Aha, meski belum bisa menciptakan buku secara utuh paling tidak ada pengalan cerita yang bisa saya berikan dalam sebuah buku.

Aku juga kau.


Maukah kau menjadi sepasang doa yang saling menjaga, dimana detak nadimu dan hembus nafasku melebur menjadi satu. Dalam ikatan cinta.

Jangan ragu. Layak hujan yang jatuh tanpa dipertanyakan lagi kesetiaannya pada tanah, begitulah aku.

Lalu kau mau apa, aku terlalu menjadikan mu sebagai isi kepalaku.

Tak salahkan jika aku ingin kebahagiaan, seperti kau mengharapkan kebagiaan. Kenapa tak dibangun kebahagiaan itu menjadi satu. Layaknya sepasang mata, layaknya sepasang telinga, kaki juga tangan. Saling melengkapi, seharusnya kita begitu.

Selalu ada harapan besar, seperti sepasang tangan yang saling rindu, hendak mengusap cinta dahi yang penuh peluh.

Aku juga kau, seperti bait-bait cinta, selalu ada keindahan dari setiap kata.

Andai Ahok Itu Saya


Andai Ahok itu Saya. Mungkin Saya sudah di jebloskan dalam penjara tanpa harus di demo, andai.
Karena tak akan ada yang mendukung Saya. Semua lantas langsung menghujam "itu salah". Tak ada juga yang punya kepentingan karena saya bukan siapa-siapa, cukup satu orang dari paling bawah jajaran kepolisian datang lantas menciduk Saya tanpa harus basa basi "babibu".

Besok dunia Saya sudah dibatasi oleh jerusi besi tanpa harus sidang seperti Jesica.

Namun, Ahok itu bukan Saya. Dia orang besar, punya seribu jajaran yang mendukung, lagian banyak orang punya kepentingan. Banyak juga yang punya misi. Maka hasilnya seperti itulah, seperti saat ini.

Ya, Ahok itu bukan saya, Saya juga bukan Ahok.

Yang Tak Rilex Hidupnya


Kali waktu kadang kita sebagai manusia selalu suka mengada-ngada berbuat sesuatu yang memang tak seharusnya di perbuat, itulah namanya tak rilex. Terlalu mau mengikuti keinginan dan ambisi terkesan banyak beban.

Sebuah cerita. Sabtu lalu saya hadir memenuhi undangan sebuah hotel berbintang di kota ini. Banyak hal yang saya pelajari dari hal yang sudah pernah saya lakukan namun jarang, sampai hal-hal baru. Namun ada sebuah hal yang membuat saya begitu terpikirkan dan merasa kagum, bukan soal bagaimana cantiknya furniture hotel melainkan bagaimana pelayanan pada hotel tersebut.
Awal saya memang jarang melihat bule (you knowlah istilah bule). Bule tersebut sibuk beres-beres dan memberikan arahan kepada bawahan sampai pada menanyakan kepada tamu sudah pesan atau belum kalau belum mau pesan apa. Hingga pada akhirnya sang bule tersebut mengantarkan makanan kepada kami dan menghidangkan kepada kami sampai menyiapkan taplak makanan sebelum di letakkan piring diatasnya.

Lantas apakah saya terkesan karena bule. Tentu tidak, karena saya pikir semua orang juga bisa berbuat hal yang sama terlebih itu adalah waiters. Namun menariknya bule tersebut adalah GM (General Manager) hotel tersebut. Wew, menarik bukan, bayangkan seorang manager menghidangkan makanan hanya untuk kami.

Lantas saya berpikir, bertapah rilex hidupnya, tanpa mementingkan bagaimana sebuah posisi jabatan lantas bekerja memberikan hal yang bergitu maksimal.

Renungan. Terkadang kita tak rilex dalam menjalani kehidupan. Ada seorang yang katanya ustadz kondang, cermah sana sini, sekali waktu ada pengajian dia tidak di undang marahnya bukan main.
Lain cerita seorang pemilik badang usaha. Punya usaha yang lumayan besar, sekakali waktu kita menegur sedikit, katanya ini saya yang bangun terus kenapa. Kalau tak ada saya ini tak akan jadi, mau saya robohkan ?.Padahal usaha terbangun berkat bantuan pemerintah juga.

Sekali waktu, kadang kita hanya mau di hargai padahal tak pernah menghargai, sekali waktu kadang kita mau di dengarkan padahal kita tak pernah mendengarkan. Sekali waktu kita punya jabatan kadang gila hormat, terkadang kita selalu mau di dengarkan. Bayangkan ?.

Sebenarnya kita hidup hanya perlu rilex, menjalani sebagaimana mestinya, tak perlu berlagak sana sini. Nanti akan datang sendiri jika kita berbuat yang sedemikian rupa. Begitulah kira kira hukumnya.
Terkadang saya memang tak bernilai, tapi saya mampu menilai.
 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved