Sajak


Pergi. Ada kalanya sebuah keputusan harus di ambil. Bukan menghindari atau tidak menyukai lagi. Tapi terlalu eronis untuk di pertahankan.

Terkadang yang diinginkan sebenarnya tak dibutuhkan, sedangkan yang dibutuhkan tak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yang terbaik.

*tulisan-tulisan diatas adalah status facebook saya pada tahun 2013. 


Kupikir....


Ku pikir Negeri ini saja yang lucu, ternyata hidupku lebih lucu. Kupikir hanya menonton flm saja bisa bersedih, ternyata terkadang hidupku lebih sedih. Saya pikir hidup ini seperti adengan drama dalam film komedi dan romantis, yah terkadang tertawa terkadang juga bersedih. Ah, kata bijak mengatakan " Hidup adalah drama dan saya adalah pemeran utama didalamnya ". Jadi, sayalah yang bertangung jawab sepenuhnya terhadap diri saya, bukan mereka atau kamu

Warna Buku Nikah Jangan Kebalik Ya Pegangnya....

Buku Nikah. Warna MERA itu untuk lelaki sementara HIJAU untuk perempuan, anda perlu tau itu. Saya tau kerena saya sudah menikah, tepat pada tanggal 18 Maret 2017 kemarin. BDW sekarang sudah bulan April, jadi saya sudah menikah sekitar 24 Hari semenjak artikel ini di publish. Ehem.

Saya kasi tau sekali lagi, buat lelaki buku nikahnya warna merah namun agak ke orange-orangean, sementara buku nikah untuk perempuan warnanya ijo=hijau, bisa dikatakan hijau toska tapi toskanya yang gelap.Soal isi, kedua buku sama, tak percaya chek saja setelah anda menikah.

Saya kurang tau apa arti warna dari buku nikah tersebut, entah memang asal buat, atau apalah pertimbangan dari kedua warna tersebut sehingga menjadi warna pada sampul buku nikah.  Namun, yang jelas saya menyukai apapun warna tersebut, karena dua warna yang melekat pada sampul sebagai pembungkus ikatan suci dalam sebuah undang-undang dan agama. Ah, itulah yang dikatakan ada AKU KAU dan KUA. Kita dapatin buku ini di KUA kan ?

Begitulah Seorang Suami


Sebuah kisah menarik yang saya baca di facebook. Entah kenapa, ada sesuatu yang terbersit di lintas kepala saya.

Bahwa, sebuah pernikahan tak selamanya berjalan mulus, entah seberapa romantisnyapun seseorang nanti akan terasa bosan juga, terlebih memang seperti saya yang memang tidak romantis. Mungkin bosan akan terasa cepat terasa di hatimu.

Namun...

Kau tau, tak ada suami yang menghendaki untuk menderita, bertengkar, atau bahkan membuatmu bosan dengan segala keadaan. Bahwa, disetiap hari yang kita lalui apapun yang aku lakukan adalah bukti bahwa cinta itu besar, entah kau mengetahui atau tidak, atau bahkan tak peduli, namun disanalah letak kasih sayang disetiap harinya.

***

Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.
Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.
Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.

“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.
Harapanku hancur mendengar jawabannya.
Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya......
“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca. “...
Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu. Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku... Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati...”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...
“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.

Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang...
Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya.

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu.

***

Merekam

Kata Pak Kyai, “badan kita itu terdiri dari dua unsur: jasmani dan ruhani. Jasad kita bisa hidup karena keberadaan Ruh, yang dahulu ditiupkan ke jasad kita ketika masih berada dalam kandungan ibu. Ruh-lah yang membuat jasad kita hidup. Ketika ruh meninggalkan jasad kita untuk menemui Sang Pencipta maka kita tidak bisa disebut sebagai makhluk hidup lagi.”

Dengan unsur jasmanilah maka kita (menjadi) terikat oleh ruang dan waktu di dunia ini. Menjalani detik demi detik hingga tahun berbilang. Di situlah kita menjalani hidup, menjalankan peran sebagai hamba Tuhan sekaligus khalifah-Nya, mengalami berbagai kejadian dari yang remeh-temeh hingga serius!.

Itulah hal yang mendasar, beberapa tulisan di facebook ini, juga blog coba untuk merekam kejadian-kejadian yang dialami oleh orang pertama. Mungkin bisa menjadi hikmah dan pelajaran. Jika tidak cukup menjadi kenangan-kenangan yang suatu saat akan di rindukan. Merekam.

Karunia Lita Setiani


Karunia Lita Setiani itu nama Istri Saya. Tepat pada tanggal 18 Maret 2017 kami resmi menjadi sepasang suami istri sah secara agama juga di akui oleh Negara Indonesia, Amien.

Sedikit bercerita juga harapan dengan nama Karunia Lita Setiani bisa menjadi sebuah anugrah yang terindah buat saya, ya, sesuai dengan namanya.

Karunia. Menurut KBBI KARUNIA adalah pemberian atau anugerah atau penganugrahan atau pemberian atau anugerah dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah. Lainnya Nama Karunia berarti Sejahtera yang berasal dari indonesia.

Terpatnya saya di anugrahi Tuhan sebagai pendamping hidup, sesosok yang indah, lebut dan maja menurut saya, saye suke die. yang katanya dia adalah tulang rusuk saya.

Lita. LITA itu punya beberapa arti dalam berbagai bahasa.
  • Lita dalam bahasa Latin, artinya Cantik dan baik hati.
  • Lita dalam bahasa Jawa, artinya Putri yang rupawan.
  • Lita dalam bahasa Indonesia, artinya Sumber kekuatan.
  • Lita dalam bahasa Spanyol, artinya (bentuk lain dari lolita) penuh dengan penderitaan.
  • Lita dalam bahasa Latin, artinya (bentuk lain dari leta) senang.
  • Lita dalam bahasa Sejarah, artinya Bentuk pendek dari nama seperti melita. 
Sepertinya sekilas memang mirip sama orangnya, cantik dan baik hati, rupawan, dia juga sumber kekuatan saya, namun tak berharap dia menderita dengan saya. Yang jelas dia hadir memberikan kesenangan, kalau postur ya agak pendek memang atau memang sayanya yang ketingian. 

Setia-ni : Memurut KBBI SETIA adalah berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat atau tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya). Sesuai dengan nama Setia, ini juga adalah pangilan pada keluarganya juga teman-teman, harapan setia adalah pendamping hidup saya yang selalu setia, selalu berpegang teguh pada janji-janji tuhan, kokoh pendiriannya, taat kepada suami dan selalu di berikan keteguhan hatinya. Setia celalu ya.
Kalau NI+nya bentuk terikat yang merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yang menyatakan milik , ah kamu itukan sudah milik sayakan hahahahha




Momen Bersama Keluarga

Saya dan keluarga dari pihak Istri, itu yang di jembatan Barelang ngapain ya, kok bapak sama ibuk mertua pada ngelitin hahahha. 





Aku. Mahligai Rumah Tangga Layaknya Umar


Ketika saya menjadi seorang suami. Ada beberapa hal yang terpikir dan ingin diterapkan dalam mengarungi mahligai rumah tangga saya. Yaitu sabar layaknya Umar.

Saya ingin menjadi penyabar Layaknya Umar

Syahdan, diceritakan seorang laki-laki datang kepada Umar bin Khattab RA. Ia hendak mengadukan istrinya karena marah-marah kepadanya. Lelaki tersebut jengkel dan ingin mengadukan kelakuan istrinya kepada Amirul Mukminin.

Setiap kali datang ke rumah Amirul Mukminin, ia tidak pernah bertemu dengannya. Umar bin Khattab RA selalu telah pergi sebelum ia datang. Suatu ketika, laki-laki itu kemudian datang lagi ke rumah Umar bin Khattab RA. Sampai di depan rumah, ia tidak langsung mengetuk pintu. Umar justru berdiri di depan.

Lelaki itu pun tertegun sejenak. Secara tak sengaja, ia mendengar sang khalifah sedang dimarahi istrinya. Sang istri terdengar membesar-besarkan masalah yang remeh. Nada suara perempuan itu meninggi. Sang Amirul Mukminin cenderung pasif menghadapi kemarahan istrinya.

Lelaki itu kemudian berkata dalam hati, “Jika seorang Amirul Mukminin saja seperti itu, bagaimana denganku?” Ia kemudian berbalik hendak pergi. Umar bin Khattab keluar rumah dan melihat tamunya hendak pergi. Ia pun bertanya, “Apa keperluanmu?”

Laki-laki itu kemudian berbalik dan berkata, “Wahai, Amirul Mukminin, aku datang untuk mengadukan perangai buruk istriku dan sikapnya kepadaku. Tapi, aku mendengar hal yang sama pada istrimu,” kata lelaki itu.

Umar bin Khattab RA kemudian tersenyum. Dia pun mengisahkan kepada lelaki itu mengapa Umar yang keras begitu sabar menghadapi istrinya. “Wahai, saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya karena itu memang kewajibanku.”

Alih-alih menghardik istrinya, Umar malah menceritakan betapa besar jasa istrinya dalam kehidupannya di dunia. “Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Umar bin Khattab RA kemudian menasihati lelaki itu untuk bersikap sabar kepada istrinya karena istrinyalah yang membuat dia tenteram di sampingnya. “Karena istriku, aku merasa tenteram (untuk tidak berbuat dosa). Maka, aku harus mampu menahan diri terhadap perangainya.”

“Wahai, Amirul Mukminin, istriku juga demikian,” kata lelaki itu. Amirul Mukminin pun menjawab, “Maka, hendaknya engkau mampu menahan diri karena yakinlah hal tersebut hanya sebentar saja,” kata Amirul Mukminin.

Tanya istri, sejak  18 hari menikah setelah ijab kabul adakah saya marah, seingat saya tidak ada. Kalau jengkel ya pergi keluar sebentar, nanti masuk rumah baik lagi. Hehehe

Inspirasi Pemenang, Laba-Laba, Lebah dan Semut

Innallaha la yastahyii ay yadriba masalam maa badata fama fauqaha, fa ammal laziina aamanu faya’lamuuna aannahul haqqu mir rabbihim, wa ammal laziina kafaru fa ya quuluuna maazaa aradallaahu bi haazaa masalaa(n), yudillu bihii kasiiraw wayahdi bihi kasira(n), wa maa yudhillu bihi illal faasiqin(a).  (QS.2 :26)

Artinya :
Sesungguhnya Allah tidak merasa malu memberi perumpamaan apa saja, seperti nyamuk atau yang lebih kecil lagi.

Adapun orang-orang yang beriman, mengetahui bahwa itulah suatu kebenaran dari Tuhan mereka.

Adapun orang-orang kafir akan berkata : “Apakah yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan ini?”.

Dengan perumpamaan ini banyak orang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan ini pula banyak orang yang diberi-Nya hidayah, dan Allah tidak membiarkan kesesatan dengan ini, melainkan orang-orang yang fasik (durhaka).

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Aali ‘Imraan, 3:190-191)

Sekarang marilah kita perhatikan 3 jenis binatang ciptaan Allah, yaitu, semut, laba-2, dan lebah.

Coba rusak jaring LABA-LABA dan dengan segera LABA - LABA akan membuatnya lagi.

Ambil madu LEBAH maka dengan cepat LEBAH akan membuat sarang yang baru.

Coba hancurkan rumah SEMUT, maka dalam sekejap SEMUT akan sibuk membangun sarangnya kembali.

LABA-LABA, LEBAH & SEMUT memberikan inspirasi kepada kita tentang bagaimana menghadapi KERASNYA KEHIDUPAN ini dengan satu tekad : PANTANG MENYERAH .

Jangan pernah menyerah jika sedang berusaha meraih impian. Tidak ada alasan untuk menyerah.

Orang GAGAL selalu mencari-cari ALASAN tapi orang SUKSES selalu mencari JALAN.

Kita boleh saja memiliki impian yg besar, tapi tanpa SEMANGAT, KERJA KERAS , KETABAHAN , TAHAN UJI dan PANTANG MENYERAH , maka IMPIAN itu hanyalah sebuah khayalan belaka.

Ketika putus asa, ragu, lelah, atau hampir diambang kegagalan, ingatlah kembali akan IMPIAN yg ingin diraih.

Impian itu akan menjadi sumber inspirasi yg akan selalu menguatkan kita dan memberi MOTIVASI yang besar.

Hidup ini KERAS tetapi bukan berarti harus menyerah begitu saja tanpa mencoba cara yg lain. Hadapilah dengan Tekad yg Keras.

Tetap semangat, berjuang, dan selalu bersyukur.

Sikap positif terhadap masalah membuat kita jadi seorang  Pemenang.

Sebelum Menjadi Penulis


Katanya " Sebelum anda menjadi penulis yang ahli, terlebih dahulu anda harus menjadi pembaca yang ahli, dan ada banyak hal yang menunggu untuk ditulis, di setiap langkah anda. katanya juga "dengan hanya menunggu inspirasi, anda akan berhasil menemukan 1 inspirasi. Tapi dengan aktif mencari, anda bisa mendapatkan ratusan inspirasi dalam satu hari". Oh, saya teringat dengan kata-kata mbak Evi Novita Sari teman saya " tak harus menunggu galau untuk mendapatkan inspirasi dan kata-kata inda... Lihat Selengkapnya
 
Copyright © 2015 Bang Bintang, All rights reserved